Kulminasi, Fenomena Tanpa Bayangan

Kulminasi, Fenomena Tanpa Bayangan
Kulminasi, Fenomena tanpa bayangan (Int)

KabarTanjungselor-- Kita semua tau bahwa tiap benda memiliki bayangannya masing-masing. Nah, apa yang akan terjadi jika kita tidak memiliki bayang.

Hal unik ini terjadi di Tanjung Selor tepatnya pukul 12.15 Waktu Indonesia Tengah (WITA), Kamis (38/3).

Fenomena unik dan langka tersebut disebut kulminasi. Kulminasi biasa disebut juga dengan transit atau istiwa'. Fenomena ini terjadi ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau titik zenit.

Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga dengan hari tanpa bayangan.

"Ini titik di mana matahari tepat berada di atas kita. Jadi setiap peredarannya ada disebut titik kulminasi. Efek tanpa bayangan akibat kulminasi itu bisa terjadi dua kali dalam setahun," kata Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Selor M Sulam Khilmi, saat disua di kantornya, Kamis (28/3).

Bahkan telur bisa berdiri dengan tegak saat fenomena itu terjadi.

Khilmi mengatakan, dalam setahun matahari mengalami gerak semu dari Selatan Equator ke Utara Equator, itu mengalami momen tepat di atas pengamat.

"Sebetulnya bayangan tidak hilang, tetapi tepat di bawah objek kita. Itu tidak berlangsung lama, hanya beberapa detik. Yang jelas itu tidak lama," ujarnya.

Titik koordinat kulminasi berbeda tiap-tiap daerah.

"Misal waktu kulminasi di Kecamatan Tanah Kuning berbeda dengan di Tanjung Selor," ujarnya.

Kulminasi di Tanjung Selor terjadi pukul 12.15 WITA dengan catatan tidak ada awan yang menghalangi antara matahari dan objek di bumi.

"Kulminasi hari ini adalah yang pertama di tahun 2019. Untuk kedua kalinya nanti kemungkinan di triwulan III," ujarnya.

Selain di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, kulminasi telah terjadi di Pontianak pada tanggal 21 Maret pukul 11.50 WITA, di Banjarmasin 12 Maret pukul 12.32 WITA, di Palangkaraya 15 Maret pukul 11.33 WIB, dan di Samarinda 19 Maret pukul 12.19 WITA.    

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi